Hadiah Ulang Tahunku
Hari ini tepat tanggal 2 april usiaku genap
17thn.Aku memulai hariku dengan penuh semangat tak sabar menanti
datangnya malam,karna aku telah berencana untuk merayakan ulangtahunku
bersama ayahku.Dan sebenarnya aku juga ingin merayakannya dengan
ibuku,tapi beliau telah tiada .Ibuku meninggal saat melahirkanku.Sejak
kecil aku hanya hidup bersama ayahku.Beliau adalah ayah dan juga ibu
bagiku.Dia juga mengajarkanku untuk hidup mandiri tanpa mengharapkan
bantuan orang lain.
Pukul 06:30 waktunya aku menjalankan
rutinitasku seperti biasa,sekolah.Ayah juga saatnya berangkat kerja ke
bengkel kecilnya.Nita pun sudah berada di depan rumahku.Iya Nita adalah
sahabat ku sejak kecil,setiap hari dia selalu menghampiriku untuk pergi
sekolah sama-sama.”happy birhday ya sahabatku,moga tambah
cantik.”ucapnya sambil memelukku.”makasih ya,nit.”jawabku tersenyum
bahagia.”Nit nanti malam bantuin aku masak ya.”ujarku mengawali
perbincanganku dengan Nita menuju sekalah.”emangnya ulangtahunmu mau
dirayain?”tanyanya.”enggak aku cuma mau buat makan malam untuk ayahku,ya
untuk ngerayain usiaku yang telah menginjak 17 thn.Kamu mau kan bantuin
aku?”jelasku.”siip,apa sich yang nggak buat sahabatku ini.”
Huuft tak terasa gerbang sekolah sudah
terlihat di depan mata.Tak sabar untuk nanti malam,waktu hari ini serasa
melambat.Akhirnya pukul menunjukkan 14:30 waktunya siswa SMA N1 Panca
Bakti pulang menuju rumahnya masing-masing.Dengan senang hati aku
menyambut bell pulang.Aku pun bergegas mencari Nita.Tak sabar aku pun
menarik tangan Nita dan berlari.”pelan-pelan aja ra.”ucap Nita yang
tampak terngengah-ngengah.”aku udah nggak sabar nit.”
“akhirnya sampai juga”mungkin itu yang di
ucapkan Nita dalam hati saat tiba di rumahku.Tanpa membuang-buang waktu
lagi aku langsung menuju dapur untuk menyiapkan hidangan makan malamku
bersma ayah.Dengan di bantu sahabat terbaikku semua pekerjaan terasa
mudah dan cepat untuk dikerjakan.Makunan pun telah tersaji rapi di atas
meja mengelilingi lilin-lilin kecil.Jam baru menunjukkan pukul 19:30
kurang 30 menit lagi ayah pulang.”tok..tok..tok..”suara pintu.”itu pasti
ayah nit,dia pasti pulang lebih awal untuk ku.”tanpa basa-basi aku
berlari membuka pintu.”Pak Ibnu..??ada apa ya..??”tanyaku heran ternyata
bukan ayah tapi tetanggaku yang terlihat gelisah.”gini
nak,ayahmu…”ucapnya terputus.”ayah kenapa pak.”tanyaku penasaran.”ayhamu
mengalami kecelakaan di depan jalan sna saat ingin
pulang.”jelasny.”Apaa…??bapak bercanda kan,semua itu ngak bener
kan.”tnyaku tak percaya.”bapk nggak bercanda nak,sekarang ayahmu sudah
dilarikan ke rumah sakit.”jelas pak Ibnu.”yang sabar ya ra”ujar Nita
menyemangatiku.
Tak menunggu lama aku,Nita dan Pak Ibnu
menuju rumah sakit dimana ayah dirawat.Saat di depan ruang UGD dokter
pun kelura dan mencari ku.Dokter bilang padaku bahwa ayah telah tiada
dan buliau nenitipkan surat kecil untuk ku yang bertuliskan “Happy
birhday Rani.Ayah sangat sayang pada mu maaf ayah hanya bisa memberikan
mu boneka kecil ini untuk mu semoga kamu senang dengan ini.”Surat dan
boneka yang harusnya aku terima di rumah malah ku terima disini dengan
perantara dokter.”
“Ayah mengapa tak kau berikan sendiri
hadiahmu untuk ku,kenapa kau pergi begitu cepat,kenapa tak kau biarkan
harapanku untuk merayakan ulangtahunku bersamamu sirna.Lalu aku akan
hidup dengan siapa,ayah.”
“Ayah bangunlah..ayah bangunlah ayo kita pulang dan makan malam bersama.Ayaaahhh……….
“sabar lah Ran, mungkin ini sudah kehandak
yang maha kuasa kita tidak bisa untuk menolaknya.”ujap Nita memberi
semangat yang berarti.”kau tak sendiri ran kau masih bapak dan juga
Nita,yang sabar ya nak.”
“ya ALLAH mengpa kau ambil semua orang yang
aku sayang?jagalah ayah dan ibu ku di sana ya ALLAH jangan KAU biarkan
mereka bersedih,aku telah ikhlas melapasnya mungkin ini lah hadiah ulang
tahun ku.Ku titip kan kedua orang tua ku pada-Mu.”doa yang selalu ku
ucapkan sehabis sholat.Semoga ini jadi pelajaran hidup untuk ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar