Senin, 14 Mei 2012

Cerpen

Hadiah Ulang Tahunku
Hari ini tepat tanggal 2 april usiaku genap 17thn.Aku memulai hariku dengan penuh semangat tak sabar menanti datangnya malam,karna aku telah berencana untuk merayakan ulangtahunku bersama ayahku.Dan sebenarnya aku juga ingin merayakannya dengan ibuku,tapi beliau telah tiada .Ibuku meninggal saat melahirkanku.Sejak kecil aku hanya hidup bersama ayahku.Beliau adalah ayah dan juga ibu bagiku.Dia juga mengajarkanku untuk hidup mandiri tanpa mengharapkan bantuan orang lain.
Pukul 06:30 waktunya aku menjalankan rutinitasku seperti biasa,sekolah.Ayah juga saatnya berangkat kerja ke bengkel kecilnya.Nita pun sudah berada di depan rumahku.Iya Nita adalah sahabat ku sejak kecil,setiap hari dia selalu menghampiriku untuk pergi sekolah sama-sama.”happy birhday ya sahabatku,moga tambah cantik.”ucapnya sambil memelukku.”makasih ya,nit.”jawabku tersenyum bahagia.”Nit nanti malam bantuin aku masak ya.”ujarku mengawali perbincanganku dengan Nita menuju sekalah.”emangnya ulangtahunmu mau dirayain?”tanyanya.”enggak aku cuma mau buat makan malam untuk ayahku,ya untuk ngerayain usiaku yang telah menginjak 17 thn.Kamu mau kan bantuin aku?”jelasku.”siip,apa sich yang nggak buat sahabatku ini.”
Huuft tak terasa gerbang sekolah sudah terlihat di depan mata.Tak sabar untuk nanti malam,waktu hari ini serasa melambat.Akhirnya pukul menunjukkan 14:30 waktunya siswa SMA N1 Panca Bakti pulang menuju rumahnya masing-masing.Dengan senang hati aku menyambut bell pulang.Aku pun bergegas mencari Nita.Tak sabar aku pun menarik tangan Nita dan berlari.”pelan-pelan aja ra.”ucap Nita yang tampak terngengah-ngengah.”aku udah nggak sabar nit.”
“akhirnya sampai juga”mungkin itu yang di ucapkan Nita dalam hati saat tiba di rumahku.Tanpa membuang-buang waktu lagi aku langsung menuju dapur untuk menyiapkan hidangan makan malamku bersma ayah.Dengan di bantu sahabat terbaikku semua pekerjaan terasa mudah dan cepat untuk dikerjakan.Makunan pun telah tersaji rapi di atas meja mengelilingi lilin-lilin kecil.Jam baru menunjukkan pukul 19:30 kurang 30 menit lagi ayah pulang.”tok..tok..tok..”suara pintu.”itu pasti ayah nit,dia pasti pulang lebih awal untuk ku.”tanpa basa-basi aku berlari membuka pintu.”Pak Ibnu..??ada apa ya..??”tanyaku heran ternyata bukan ayah tapi tetanggaku yang terlihat gelisah.”gini nak,ayahmu…”ucapnya terputus.”ayah kenapa pak.”tanyaku penasaran.”ayhamu mengalami kecelakaan di depan jalan sna saat ingin pulang.”jelasny.”Apaa…??bapak bercanda kan,semua itu ngak bener kan.”tnyaku tak percaya.”bapk nggak bercanda nak,sekarang ayahmu sudah dilarikan ke rumah sakit.”jelas pak Ibnu.”yang sabar ya ra”ujar Nita menyemangatiku.
Tak menunggu lama aku,Nita dan Pak Ibnu menuju rumah sakit dimana ayah dirawat.Saat di depan ruang UGD dokter pun kelura dan mencari ku.Dokter bilang padaku bahwa ayah telah tiada dan buliau nenitipkan surat kecil untuk ku yang bertuliskan “Happy birhday Rani.Ayah sangat sayang pada mu maaf ayah hanya bisa memberikan mu boneka kecil ini untuk mu semoga kamu senang dengan ini.”Surat dan boneka yang harusnya aku terima di rumah malah ku terima disini dengan perantara dokter.”
“Ayah mengapa tak kau berikan sendiri hadiahmu untuk ku,kenapa  kau pergi begitu cepat,kenapa tak kau biarkan harapanku untuk merayakan ulangtahunku bersamamu sirna.Lalu aku akan hidup dengan siapa,ayah.”
“Ayah bangunlah..ayah bangunlah ayo kita pulang dan makan malam bersama.Ayaaahhh……….
“sabar lah Ran, mungkin ini sudah kehandak yang maha kuasa kita tidak bisa untuk menolaknya.”ujap Nita memberi semangat yang berarti.”kau tak sendiri ran kau masih bapak dan juga Nita,yang sabar ya nak.”
“ya ALLAH mengpa kau ambil semua orang yang aku sayang?jagalah ayah dan ibu ku di sana ya ALLAH jangan KAU biarkan mereka bersedih,aku telah ikhlas melapasnya mungkin ini lah hadiah ulang tahun ku.Ku titip kan kedua orang tua ku pada-Mu.”doa yang selalu ku ucapkan sehabis sholat.Semoga ini jadi pelajaran hidup untuk ku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar