Rabu, 16 Maret 2016

Bianglala Pertama

Bianglala pertama. Apa kalian mengingatnya.? Jika kalian bertanya padaku jawabannya Tidak, aku tidak akan lupa. Kalau di pikir-pikir itu adalah satu-satunya kenangan yang kita miliki. Apa kalian juga berfikir begitu.? Apa kalian malah tidak mengingatnya. Hmm...baiklah kalau begitu biar aku ceritakan agar kalian mengingatnya.

Waktu ada pasar malam di dekat rumah kita dulu, apa kau mengingatnya. Saat itu kita ingin sekali ke sana, tapi tidak di ijinkan sampai nekat pergi sendiri. Ya sampai akhirnya kalian di hukum karna pergi tanpa pamit. Apa kalian sudah ingat.? Belum. Waktu itu baru pertama kalinya aku melihat kalian di hukum mengangkat satu kaki dengan kedua tangan menjewer telinga masing-masing. Huft sungguh kesempatan yang langka buat ku.

Karena sedikit kekeras kepalaan, akhirnya kita semua bisa pergi ke sana. Hal yang pertama kali kita tuju adalah penjual es crim. Ahhh...rasanya ingin tertawa setiap kali mengingat alasan es krim nya basi, membodohi anak kecil sudah biasa eh. Yang benar saja, alasan macam apa itu. Tapi apa boleh buat pop cron lah yang ada di tangan.

Roda besar yang berputar dengan kurungan di setiap jari-jarinya menjadi tujuan kita. Begitu besar dan tinggi ada sedikit rasa takut saat kalian mengajak ku menaiki wahana ini. Tapi ku tepis itu semua karena ada kalian berdua di dekatku. Apa kalian sudah mengingatnya.??Apa kalian juga mengingat posisi kita duduk.? Belum.

Baiklah..baiklah. Saat itu aku duduk di samping gadis kecil yang usiannya dua tahun lebih tua dariku dan di depan kita duduk sosok remaja laki-laki entah lah aku tidak tau berapa usianya saat itu. Karena ada kalian berdua aku jadi merasa aman dan terlindungi. Bianglala mulai berputar. Kurungan yang kita naiki pun mulai bergerak naik perlahan. Ada rasa takut saat itu. Tapi melihat pasar malam dari atas bianglala cukup menyenangkan. Sampai kalian mengusik kesenangan ku.

Saat kurungan bianglala terisi penuh, roda besar itu semakin mempercepat putarannya meski dalam batas wajar. Saat itu juga ketakutan ku semakin besar tapi kalian malah tertawa melihatku. Menyebalkan. Apa kalian mengingat saat itu.??

Saat ketakutan ku semakin menjadi, remaja laki-laki di depanku menyuruh gadis di sampingku untuk pindah tempat duduk di samping remaja laki-laki itu. Dia benar melakukannya dan kalian malah tertawa semakin keras saat aku semakin ketakutan. Kalian mengingatnya.??

" Huaaa....abang uni haaaaaa abang uni..." Apa teriakkan ku itu lucu buat kalian.

" Hahahahahaha." Tawa kalian semakin keras tapi gadis kecil tadi pindah duduk di sampingku kembali.

Apa kalian sudah mengingatnya.? Mengingat kenangan manis kita. Ayo lah kapan-kapan kita akan menceritakan semuanya dengan tawa yang lebih keras.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar